Biarpun sudah lengser sembilan tahun, Soeharto masih menempati ranking nomor satu dunia, di antara para presiden yang paling lihai korupsi. ”The Smiling General” itu menilep duit rakyat Indonesia, rata-rata 1 milyar USD per tahun, ketika Pendapatan Bruto (PDB) nasional cuma 86,6 milyar USD per tahun. Bolehlah iseng-iseng Anda hitung sendiri, kira-kira cukup buat membeli berapa milyar mangkok mie pangsit, uang sebanyak 1 milyar USD itu.
Menurut sebuah laporan yang diumumkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Bank Dunia, Senin kemarin (17/9/2007) di New York, Soeharto mengantongi hasil korupsi sekitar 15-35 milyar USD selama dia berkuasa (1967-1998) . Itu setara dengan 345 triliun rupiah. Cukup untuk membiayai penduduk satu kabupaten di Jawa, makan tidur selama 10 tahun.
Masih menurut laporan tadi, yang diprakarsai Stolen Asset Recovery (StAR) Initiative, presiden koruptor ranking kedua dunia adalah Ferdinand Marcos. Bekas diktator Filipina ini, yang mati di tempat pengasingan di Hawaii setelah terguling, mengantongi hasil korupsi 5-10 milyar USD selama periode 14 tahun berkuasa (1972-1986). Sedangkan mantan presiden Filipina lainnya, Joseph Estrada, yang juga dilengserkan massa rakyat, ternyata masih kalah lihai dibanding koruptor sekelas gubernur di Indonesia. Selama 3 tahun berkuasa, Estrada yang mantan aktor idola masyarakat Filipina itu meraup hasil korupsi sekitar 70-80 milyar USD.
Pengumuman laporan itu, sebagaimana diberitakan surat kabar Batak Pos (19/9), dihadiri Sekjen PBB Ban Ki-moon, Presiden Bank Dunia Robert B Zoelick, Deputi Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB Adiyatwidi Adiwoso dan Direktur Perjanjian Internasional Deplu RI Arif Havas Aoegroseno.
Kata Arif Havas kepada pers, Indonesia akan minta bantuan StAR Initiative untuk mengembalikan kekayaan negara, yang diduga dicuri Soeharto. Apakah Anda percaya ?